Lanjutan dari history of Coffee Verona,
Kenapa kopi ini juga menjadi salah satu yang aku suka. Karena dikopi ini juga memiliki kisah romantis dihidup aku. Dulu tepatnya 4 tahun yang lalu. Aku memulai karir disalah satu Coffee Shop dikawasan Tangerang.
Aku ga tau apa yang mau aku lakuin di toko yang besar banget ini. Lalu ada salah seorang coach aku yang melakukan Coffee Tasting dan dengan gamblang dia bilang "kopi ini aromanya gini, rasanya gini, ini dia berat, BLA BLA BLA" ... Ga peduli dia mau ngomong apa. Ga ngerti.
Dalam hati cuma bisa bilang "apa sih, ini ya kopi rasanya ya begini sama aja ga beda"
Lalu sampai pada akhirnya Manager aku bilang "Shel, Coffee Class ya buat jadi Coffee Master". Aku langsung dalam hati, apa sih. I dont Care about this. Masalahnya harus ke Jakarta. I hate.... Macet Booo... Greget...
Pas Coffee Class, aku coba beberapa kopi dan ternyata setiap kopi itu punya karakter and yah Aku kalah, aku benci sesuatu yang akhirnya aku Suka. Perjumpaan manis dengan semua Coffee ini.
Setelah Coffee Class, shit Happennya aku harus Conduct with Some Customer and next to Some Manager and Diatrict manager for to be A Coffee Master (aku conduct pas mereka meeting jadi ada banyak orangnya)
Aku ga sedih karena Pacar aku juga sedang dalam tahap ini juga, kita sering coba-coba. Sampai kita menyukai kopi yang sama yaitu Verona. Rasanya Sweet dan pas banget kalau aku sambil makan coklat... Entah kenapa kopi ini punya faktor Luck buat kita berdua, kopi ini sempat mengantarkan kita berdua untuk masuk Coffee Master Challenge tahun 2013, Mengantarkan aku dan dia menjadi Supervisor kala itu.
Dan saat itu Pacar aku membawakan kopi ini dihadapan Salah satu petinggi Coffee Shop yang berasal dari Asia Pacific. Sesuatu yang terkadang tidak kita sukai sama sekali dan pahit seperti kopi akan menjadi hal yang manis jika kita mampu membiasakan diri dengan rasa pahit itu.
Karena pahit bukan rasa yang harus dihindari tapi harus dinikmati. Karena dibalik rasa pahit itu ada teman yang manis untuk berbagi hidup.
Sekarang berkat kopi pahit ini, aku telah menjadi Store Manager di usia 23 Tahun... Really love it.
Sesuatu yang pahit bukan untuk dihindari
Salam hangat secangkir kopi
Jumat, 22 April 2016
Latte and Cappucino
Hai pecinta Blog aku yang suka dengan Kopi,
Kali ini aku mau membahas tentang Something Different about Coffee.
Jadi gini, saat kalian sulit memilih antara Latte atau Cappucino di sebuah Coffee shop dan kalian memikirkan sesuatu yang kemana-mana.
Wah Latte lebih milky nih, wah cappucino berfoam nih, wah Latte cair ga enak, wah cappucino apa bedanya deh sama aja kopi susu juga, dan banyak wah wah wah yang ga kelar-kelar diotak kalian.
Jadi begini ya, Latte itu punya history Panjang...
Begini ceritanya, jaman dahulu kala minuman yang muncul duluan itu Cappucino namun karena disebuah kedai kopi terdapat wanita dan anak muda yang tidak begitu suka kopi cappucino yang sering ini, maka kebanyakan dari mereka meminta wadah yang lebih besar semacam mangkuk, lalu cappucino ini dituang ke wadah tersebut sambil meminta menambahkan susu lagi (Latte), Latte itu susu ya...
Kebanyakan yang meminum ini adalah Wanita dan Remaja.
Inspirasi ini pertama kali berawal oleh Bapak Lino Mourin.
Bedanya dengan Cappucino yaitu pada Foam, dimana Foam untuk Latte lebih sedikit dan Cappucino lebih banyak.
Untuk detik pada Espresso dapat kita kenali (mengenali detik kopi yang kita minum)
Pada detik 18-23 Detik adalah good shot untuk Espresso untuk Latte, Cappucino, Machiatto (sejenis Latte namun penuangan espresso terakhir, machiatto sendiri berarti Mark atau tanda).
Pada Detik 25-30 Detik adalah untuk Long Black (sejenis Americano atau kopi hitam)
Pada Detik 13-17 Detik adalah untuk Ristretto (Sejenis Latte namun memiliki rasa yang lebih intense dan sweet dan minuman ini memiliki corak Dot diminumannya)
Jadi tidak ada istilah Bad Shot kalau menurut Aku kalau memang masih memiliki Crema body dan Heart di Shot tersebut. Hanya saja penyebutan pada saat kalian pesan. Seperti "Tolong shotnya pakai yang Ristretto ya".
Oia ada juga Cappucino yang Wet atau Dry. Sesuai dengan namanya Kalau yang Wet lebih Full rasanya dengan susu (foamnya sedikit dalam artian menyatu sempurna dengan kopinya. Sexy Foam istilahnya. Sedangkan yang Dry benar-benar Susu ini mengembang sempurna menjadi Foam dan bercampur dengan Cappucino ini.)
Jangan Lupa Klik Dikolom bawah untuk Share Blog Aku.
Four Fundamental
Yeay,,
Ni bagian yang aku suka. karena kalau coffee tasting di store pasti hal yang satu ini ga boleh terlewat ya kan.
FOUR FUNDAMENTAL...
4 langkah menyajikan secangkir atau bahkan puluhan kopi terenak
First Step: Proportion (takaran yang pas) Yang dipakai adalah 10 Gram kopi dengan 180 ml air menurut Coffee Brewing Centre tahun1945 dan inilah yang menjadi patokan propotion. Tapi aku sendiri kurang pas dengan propotion ini kalau aku pakainya 150 ml per 10 Gram , ga ada yang salah dengan takaran karena "My Coffee is My Way" Tergantung selera..
Second Step: Grind (gilingan kopi) sesuaikan tingkatan kopi yang mau kalian pakai seperti jika kalian mau memakai Coffee Press yaitu yang paling kasar atau Coarse gunanya untuk apa supaya ampasnya ga naik karena kalau pakai yang Turkish atau paling halus akan menghasilkan rasa yang bitter atau pahit. Tingkatan Grind ada 6 yaitu: Coarse(kasar), Medium, Fine, Extra Fine, Espresso dan Turkish (halus).
Kalau kalian punya alat kopi coffee Press giling di Coarse, kalau kalian punya Vietnam drip pakai yang medium...
Third Step: Water (Air), air adalah sesuatu yang menjadi Sobat kental dari kopi.. Tanpa air kita ga bisa meminum kopi, nanti namanya jadi makan kopi kalau ga ada air. Utamakan Air yang sudah di filter agar tidak berbau. Suhu harus 90-96 derajat Celsius. Jangan mendidih nanti kopi kalian ngeburnt atau terbakar.
Fourth Step: Freshness (kesegaran) arti kesegaran disini adalah semua yang ingin kalian pakai harus dalam keadaan bersih, sudah ready dan benar-benar terjaga kualitasnya untuk menghasilkan secangkir bahkan ribuan cangkir kopi enak...
Yyyeeeaaaahhhhh sampai sini dulu yah blog aku...
Kita sambung dilain waktu...
Jika ingin kenal kepribadian saya,
Monggo mampir ke Instagram saya di Sheliana_yudistira
Jangan lupa FOLLOW BLOG AKU😘😘
TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA DAN MAMPIR DI BLOG AKU
SALAM SECANGKIR KOPI
Ni bagian yang aku suka. karena kalau coffee tasting di store pasti hal yang satu ini ga boleh terlewat ya kan.
FOUR FUNDAMENTAL...
4 langkah menyajikan secangkir atau bahkan puluhan kopi terenak
First Step: Proportion (takaran yang pas) Yang dipakai adalah 10 Gram kopi dengan 180 ml air menurut Coffee Brewing Centre tahun1945 dan inilah yang menjadi patokan propotion. Tapi aku sendiri kurang pas dengan propotion ini kalau aku pakainya 150 ml per 10 Gram , ga ada yang salah dengan takaran karena "My Coffee is My Way" Tergantung selera..
Second Step: Grind (gilingan kopi) sesuaikan tingkatan kopi yang mau kalian pakai seperti jika kalian mau memakai Coffee Press yaitu yang paling kasar atau Coarse gunanya untuk apa supaya ampasnya ga naik karena kalau pakai yang Turkish atau paling halus akan menghasilkan rasa yang bitter atau pahit. Tingkatan Grind ada 6 yaitu: Coarse(kasar), Medium, Fine, Extra Fine, Espresso dan Turkish (halus).
Kalau kalian punya alat kopi coffee Press giling di Coarse, kalau kalian punya Vietnam drip pakai yang medium...
Third Step: Water (Air), air adalah sesuatu yang menjadi Sobat kental dari kopi.. Tanpa air kita ga bisa meminum kopi, nanti namanya jadi makan kopi kalau ga ada air. Utamakan Air yang sudah di filter agar tidak berbau. Suhu harus 90-96 derajat Celsius. Jangan mendidih nanti kopi kalian ngeburnt atau terbakar.
Fourth Step: Freshness (kesegaran) arti kesegaran disini adalah semua yang ingin kalian pakai harus dalam keadaan bersih, sudah ready dan benar-benar terjaga kualitasnya untuk menghasilkan secangkir bahkan ribuan cangkir kopi enak...
Yyyeeeaaaahhhhh sampai sini dulu yah blog aku...
Kita sambung dilain waktu...
Jika ingin kenal kepribadian saya,
Monggo mampir ke Instagram saya di Sheliana_yudistira
Jangan lupa FOLLOW BLOG AKU😘😘
TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA DAN MAMPIR DI BLOG AKU
SALAM SECANGKIR KOPI
History of Veranda Blend
Hai hai hai....
Yyyeeeiiii aku mulai aktif lagi di dunia Blog lagi....
Kali ini aku mau membahas tentang Veranda Blend.
Coffee ini berasal dari Latin America, logo awal pada saat launching yang pertama kali adalah ayunan yang berada seperti di sebuah beranda. Arti kata Veranda sendiri adalah Beranda. Kenapa Beranda? Jadi Dahulunya kopi ini berasal dari perkebunan kopi keluarga dan spesialnya kopi ini membutuhkan 80 kali percobaan untuk menghasilkan rasa yang pas (kaya pacaran, butuh proses buat dapetin yang pas).
Seiring berjalannya waktu, akhirnya Starbucks merubah covernya menjadi gambar burung, nama burungnya Humming Bird atau Kolibri yang merupakan burung yang hinggap dan berterbangan disekitar pohon kopi disana. Burung tersebut berayun ayun dari satu pohon ke pohon yang lain sehingga menjadi ciri khas perkebunan kopi disana. Penggunaan burung ini sebagai logo tidak terlepas juga dari kisah petani yang sering duduk di beranda yang menghadap kearah perkebunan kopi yang subur dimana pohon kopi berayun dari kejauhan
Karakter rasanya
Hhhhmmmm Mellow,,, kalian pasti selalu bertanya apa sih rasa ini?
Rasa ini adalah rasa yang menari-nari Dilidah dengan lembut (Sendu)
Kalau kalian tutup mata sambil meminum kopi ini rasanya seperti dibawa ke pegunungan....(lebay banget)
Kopi ini punya sejarah berarti banget, karna pada saat sidang untuk menjadi Store Manager (PIAT) aku membawakan kopi ini sebelum memulai Presentasi bisnis.
Karna rasanya yang soft dan ga terlalu berat jadi aku tetap fokus untuk presentasi.
Kopi ini dijual di Starbucks dengan Warna Gold.
Tingkat roastingnya Blond Roast.
Setiap meminum kopi ini terasa bagaimana perjuangan aku sampai ketitik ini...
Yyyeeeiiii aku mulai aktif lagi di dunia Blog lagi....
Kali ini aku mau membahas tentang Veranda Blend.
Coffee ini berasal dari Latin America, logo awal pada saat launching yang pertama kali adalah ayunan yang berada seperti di sebuah beranda. Arti kata Veranda sendiri adalah Beranda. Kenapa Beranda? Jadi Dahulunya kopi ini berasal dari perkebunan kopi keluarga dan spesialnya kopi ini membutuhkan 80 kali percobaan untuk menghasilkan rasa yang pas (kaya pacaran, butuh proses buat dapetin yang pas).
Seiring berjalannya waktu, akhirnya Starbucks merubah covernya menjadi gambar burung, nama burungnya Humming Bird atau Kolibri yang merupakan burung yang hinggap dan berterbangan disekitar pohon kopi disana. Burung tersebut berayun ayun dari satu pohon ke pohon yang lain sehingga menjadi ciri khas perkebunan kopi disana. Penggunaan burung ini sebagai logo tidak terlepas juga dari kisah petani yang sering duduk di beranda yang menghadap kearah perkebunan kopi yang subur dimana pohon kopi berayun dari kejauhan
Karakter rasanya
Hhhhmmmm Mellow,,, kalian pasti selalu bertanya apa sih rasa ini?
Rasa ini adalah rasa yang menari-nari Dilidah dengan lembut (Sendu)
Kalau kalian tutup mata sambil meminum kopi ini rasanya seperti dibawa ke pegunungan....(lebay banget)
Kopi ini punya sejarah berarti banget, karna pada saat sidang untuk menjadi Store Manager (PIAT) aku membawakan kopi ini sebelum memulai Presentasi bisnis.
Karna rasanya yang soft dan ga terlalu berat jadi aku tetap fokus untuk presentasi.
Kopi ini dijual di Starbucks dengan Warna Gold.
Tingkat roastingnya Blond Roast.
Setiap meminum kopi ini terasa bagaimana perjuangan aku sampai ketitik ini...
Kamis, 21 April 2016
History of Coffee Verona
Yessss akhirnya gue sempet untuk nulis ini... Maaf akhir-akhir ini banyak tugas yang harus saya selesaikan...
Coffee Verona.
Coffee ini punya sejarah yang ga bisa saya lupa,
Sebelum saya cerita kenapa kopi ini keren saya cerita dulu tentang kopinya ya.
Verona
Verona sendiri sering atau lebih akrab disebut dg coffe cinta atau kopi romantis. Sebelum bernama "verona", kopi ini mengalami perubahan nama sebanyak 2x sampai akhirnya disebut verona seperti yg kita kenal saat ini.
Verona berasal dari restaurant yang ada di Seattle, yang membuatnya bernama Jack O'ssaugnesis, maka dari itu untuk pertama kalinya kopi ini dikenal dg nama Jack's Blend. Seiring berjalannya waktu kopi Jack's Blend ciptaan Starbucks ini mulai dikenal dan dinikmati orang, mulai dari orang Seattle sampai diluar Seattle. Pada tahun ( lupa ) kopi ini mengalami perubahan nama kembali yaitu menjadi 80:20 yg artinya 80% dari Yukon Blend ( multi region ) dan 20% dari Italian Roast. Kopi ini sangat pas disajikan saat setelah makan malam (after dinner). Starbucks mencoba untuk mengangkat kisah romantis yang ada di Itali. Di itali sangat terkenal dg jembatan Venessia, konon katanya bagi pasangan yang berciuman di atas jembatan tersebut maka mereka akan menikah dan hidup bahagia selamanya. Penduduk asli Itali menyebut jembatan tersebut dg nama Venessia Romancesa. Dan jembatan inilah yang menjadi logo pertama untuk kemasan coffe verona. setelah mengangkat kisah tersebut, Starbucks mengambil kata Venessia Romancesa untuk menggantikan 80:20 menjadi Verona seperti yg kita kenal sampai saat ini.
Logonya pun berubah menjadi red Rose, dengan arti lebih mendalam daripada itu semua yaitu ketulusan cinta (asssiiikkk dah bahasanya). Rasa coffee ini sangat punya karakter kuat yaitu full body (of course karena dark roast) rasa pada kopinya itu memiliki taste seperti chocolate, kalian tau biji coklat (yes kaya gitu) pas banget kalau kalian makan dengan sesuatu yang manis seperti chocolate cake
Okeh bersambung yah..
Aku udah dijemput...
Hehehehe...😝
Coffee Verona.
Coffee ini punya sejarah yang ga bisa saya lupa,
Sebelum saya cerita kenapa kopi ini keren saya cerita dulu tentang kopinya ya.
Verona
Verona sendiri sering atau lebih akrab disebut dg coffe cinta atau kopi romantis. Sebelum bernama "verona", kopi ini mengalami perubahan nama sebanyak 2x sampai akhirnya disebut verona seperti yg kita kenal saat ini.
Verona berasal dari restaurant yang ada di Seattle, yang membuatnya bernama Jack O'ssaugnesis, maka dari itu untuk pertama kalinya kopi ini dikenal dg nama Jack's Blend. Seiring berjalannya waktu kopi Jack's Blend ciptaan Starbucks ini mulai dikenal dan dinikmati orang, mulai dari orang Seattle sampai diluar Seattle. Pada tahun ( lupa ) kopi ini mengalami perubahan nama kembali yaitu menjadi 80:20 yg artinya 80% dari Yukon Blend ( multi region ) dan 20% dari Italian Roast. Kopi ini sangat pas disajikan saat setelah makan malam (after dinner). Starbucks mencoba untuk mengangkat kisah romantis yang ada di Itali. Di itali sangat terkenal dg jembatan Venessia, konon katanya bagi pasangan yang berciuman di atas jembatan tersebut maka mereka akan menikah dan hidup bahagia selamanya. Penduduk asli Itali menyebut jembatan tersebut dg nama Venessia Romancesa. Dan jembatan inilah yang menjadi logo pertama untuk kemasan coffe verona. setelah mengangkat kisah tersebut, Starbucks mengambil kata Venessia Romancesa untuk menggantikan 80:20 menjadi Verona seperti yg kita kenal sampai saat ini.
Logonya pun berubah menjadi red Rose, dengan arti lebih mendalam daripada itu semua yaitu ketulusan cinta (asssiiikkk dah bahasanya). Rasa coffee ini sangat punya karakter kuat yaitu full body (of course karena dark roast) rasa pada kopinya itu memiliki taste seperti chocolate, kalian tau biji coklat (yes kaya gitu) pas banget kalau kalian makan dengan sesuatu yang manis seperti chocolate cake
Okeh bersambung yah..
Aku udah dijemput...
Hehehehe...😝
Kamis, 18 Desember 2014
Musuh Kopi (Enemies of Coffee)
Haiiii
hari ini aku mau berbagi info tentang apa aja yang harus kalian hindari dari kopi kesayangan kalian. kalian harus tahu apa aja musuh dari kopi ini biar kopi kalian gak cepet bau tengik, diantaranya:
1. SUHU, kopi gak boleh ditaruh ditempat panas karena kopi ini nantinya akan lembap dan berjamur. gimana kalau ditaruh didalam chiller dirumahan? Jangan ya, karena kopi ini akan menyerap aroma dari dalam chiller tersebut. kopi nantinya tidak mengeluarkan aroma aslinya. jadi ditaruh dimana dong? taruh di suhu ruangan dalam wadah atau canister yang tertutup rapat ya.
2. UDARA, setelah membuka kopi dari kemasan awalnya, segera masukan dalam wadah yang tertutup rapat, jangan dibiarkan terkena udara. karena rasanya akan hilang, aromanya bisa berkurang. Sebaiknya membeli kopi dalam bentuk biji dan ketika ingin meminumnya barulah di grind atau digiling. supaya rasa yang dikeluarkan lebih fresh. Kopi yang sudah di grind bila dibiarkan dalam udara terbuka hanya mampu bertahan 1 jam, oleh karena itu jika ingin meminum kopi dengan cita rasa yang sesungguhnya, jauhkan kopi dari udara ya, jangan dibiarkan masuk angin.
3. CAHAYA, maksudnya jangan terkena cahaya matahari, perhatikan coffee shop yang ada disekitar kamu, mereka tidak pernah meletakkan biji kopi mereka tepat didepan kaca yang mengarah langsung ke matahari. Pasti coffee shop selalu meletakkan di dalam rak kopi yang berada disudut ruangan yang benar-benar tidak terkena matahari, hal ini bertujuan agar biji kopi tidak kepanasan dan tidak menjadi gerah. karena kalau biji kopi lembap maka rasanya sudah apek saat dibuka dan flavor aslinya akan memudar.
4. KELEMBAPAN, jangan menyentuh kopi bila tangan kamu basah. Atau memasukan biji kopi dengan tangan yang berkeringat. karena, biji kopi akan menjadi rusak. jadi untuk menghindari biji kopi menjadi lembap, pastikan kamu menggunakan scoop untuk biji kopi kamu. jangan menyentuh langsung ya.
hari ini aku mau berbagi info tentang apa aja yang harus kalian hindari dari kopi kesayangan kalian. kalian harus tahu apa aja musuh dari kopi ini biar kopi kalian gak cepet bau tengik, diantaranya:
1. SUHU, kopi gak boleh ditaruh ditempat panas karena kopi ini nantinya akan lembap dan berjamur. gimana kalau ditaruh didalam chiller dirumahan? Jangan ya, karena kopi ini akan menyerap aroma dari dalam chiller tersebut. kopi nantinya tidak mengeluarkan aroma aslinya. jadi ditaruh dimana dong? taruh di suhu ruangan dalam wadah atau canister yang tertutup rapat ya.
2. UDARA, setelah membuka kopi dari kemasan awalnya, segera masukan dalam wadah yang tertutup rapat, jangan dibiarkan terkena udara. karena rasanya akan hilang, aromanya bisa berkurang. Sebaiknya membeli kopi dalam bentuk biji dan ketika ingin meminumnya barulah di grind atau digiling. supaya rasa yang dikeluarkan lebih fresh. Kopi yang sudah di grind bila dibiarkan dalam udara terbuka hanya mampu bertahan 1 jam, oleh karena itu jika ingin meminum kopi dengan cita rasa yang sesungguhnya, jauhkan kopi dari udara ya, jangan dibiarkan masuk angin.
3. CAHAYA, maksudnya jangan terkena cahaya matahari, perhatikan coffee shop yang ada disekitar kamu, mereka tidak pernah meletakkan biji kopi mereka tepat didepan kaca yang mengarah langsung ke matahari. Pasti coffee shop selalu meletakkan di dalam rak kopi yang berada disudut ruangan yang benar-benar tidak terkena matahari, hal ini bertujuan agar biji kopi tidak kepanasan dan tidak menjadi gerah. karena kalau biji kopi lembap maka rasanya sudah apek saat dibuka dan flavor aslinya akan memudar.
4. KELEMBAPAN, jangan menyentuh kopi bila tangan kamu basah. Atau memasukan biji kopi dengan tangan yang berkeringat. karena, biji kopi akan menjadi rusak. jadi untuk menghindari biji kopi menjadi lembap, pastikan kamu menggunakan scoop untuk biji kopi kamu. jangan menyentuh langsung ya.
Senin, 08 Desember 2014
Roasting Coffee
Hai...
Hari ini aku abis pulang kerja dan lagi bete, mendingan nge'blog ajah. nah kali ini aku mau angkat tentang roasting. Roasting itu ada tingkatannya ya, Diantaranya:
1. Blonde Roast atau masih agak coklat muda banget, yah sesuai sama namanya ya. Nah, Roastingan pada tingkat ini masih cenderung high Acidty dan memiliki Body yang Low, karena Roastingannya itu masih dalam spektrum awal. kopi jenis ini cocok untuk di buat iced Coffee.
2. Medium Roast atau ditengah-tengah, sesuai sama namanya Medium, Acidity yang dihasilkan pun Medium, Bodynya juga medium, warnanya itu Brown Gold. Setingkat lebih gelap dari pada Blonde. kopi jenis ini cocok untuk diminum saat pagi hari bersama cemilan di temani koran (karena tidak terlalu tinggi Aciditynya dan Bodynya juga tidak terlalu berat, jadi pas jika perut belum makan :-))
3. Dark Roast atau Gelap, dimana biji kopi di Roasting hingga mencapai spektrum warna yang Dark, sesuai namanya Dark, biji kopi ini pun jauh lebih gelap dibandingkan Blonde dan Medium. Dark Roast memiliki Body yang Full, dan Acidity yang Low. Kopi jenis ini cocok untuk diminum bersama dengan Susu.
Sekarang apa aja yang harus diperhatikan dalam meroasting: (Principle of Roasting)
1.Know Your Coffee yaitu kenali kopi yang ingin kamu roasting,
2.Know Your Density yaitu kenali kepadatan dari kopi yang ingin kamu roasting, jika biji kopi yang ingin kamu roasting itu mudah hancur, lebih baik meroastingnya sampai pada tingkat Blonde.
3.Know Which area will be develope yaitu Tahu mengenai Daerah yang menghasilkan kopi tersebut, misalnya berasal dari Gayo, maka biji kopi ini umumnya bisa diroasting sampai tingkat dark.
Faktor yang mempengaruhi kualitas kopi: (Coffee Quality Factors)
1. Green Beans Aroma
2. Size
3. Consistency
4. Processing Method
5. Density
6. Defects
7. Sensory Attributes
*Biji kopi sesungguhnya akan menghasilkan kopi yang berbeda bila di-roasting dalam suhu yang berbeda meskipun hasil akhirnya berwarna sama. Teknik me-roasting kopi merupakan suatu seni.
1. PreRoast Blend yaitu biji kopi di blending(dicampur) terlebih dahulu lalu di Roasting, gunanya untuk menciptakan rasa yang diinginkan, contohnya Nutty. Umumnya berasal dari satu negara.
2. PostRoast Blend Yaitu biji kopi di Roasting terlebih dahulu (masing-masing) lalu baru di blending atau dicampurkan hal ini dilakuan karena one single origin tidak cukup membuat rasanya keluar makanya di blendlah atau dicampur dari negara lain.
-yup kelar juga akhirnya yah, ^_^
bye, see you in my next information...
*love you, yudistira
Hari ini aku abis pulang kerja dan lagi bete, mendingan nge'blog ajah. nah kali ini aku mau angkat tentang roasting. Roasting itu ada tingkatannya ya, Diantaranya:
1. Blonde Roast atau masih agak coklat muda banget, yah sesuai sama namanya ya. Nah, Roastingan pada tingkat ini masih cenderung high Acidty dan memiliki Body yang Low, karena Roastingannya itu masih dalam spektrum awal. kopi jenis ini cocok untuk di buat iced Coffee.
2. Medium Roast atau ditengah-tengah, sesuai sama namanya Medium, Acidity yang dihasilkan pun Medium, Bodynya juga medium, warnanya itu Brown Gold. Setingkat lebih gelap dari pada Blonde. kopi jenis ini cocok untuk diminum saat pagi hari bersama cemilan di temani koran (karena tidak terlalu tinggi Aciditynya dan Bodynya juga tidak terlalu berat, jadi pas jika perut belum makan :-))
3. Dark Roast atau Gelap, dimana biji kopi di Roasting hingga mencapai spektrum warna yang Dark, sesuai namanya Dark, biji kopi ini pun jauh lebih gelap dibandingkan Blonde dan Medium. Dark Roast memiliki Body yang Full, dan Acidity yang Low. Kopi jenis ini cocok untuk diminum bersama dengan Susu.
Sekarang apa aja yang harus diperhatikan dalam meroasting: (Principle of Roasting)
1.Know Your Coffee yaitu kenali kopi yang ingin kamu roasting,
2.Know Your Density yaitu kenali kepadatan dari kopi yang ingin kamu roasting, jika biji kopi yang ingin kamu roasting itu mudah hancur, lebih baik meroastingnya sampai pada tingkat Blonde.
3.Know Which area will be develope yaitu Tahu mengenai Daerah yang menghasilkan kopi tersebut, misalnya berasal dari Gayo, maka biji kopi ini umumnya bisa diroasting sampai tingkat dark.
Faktor yang mempengaruhi kualitas kopi: (Coffee Quality Factors)
1. Green Beans Aroma
2. Size
3. Consistency
4. Processing Method
5. Density
6. Defects
7. Sensory Attributes
*Biji kopi sesungguhnya akan menghasilkan kopi yang berbeda bila di-roasting dalam suhu yang berbeda meskipun hasil akhirnya berwarna sama. Teknik me-roasting kopi merupakan suatu seni.
Tidak hanya itu, kopi akan berubah dari endothermic menjadi exotermic selama proses roasting. Endothermic berarti menyerap panas dan exothermic berarti
menghasilkan panas. Biji kopi benar-benar menghasilkan panasnya sendiri
dikarenakan adanya reaksi kimia yang menyerupai reaksi pada semen atau
deterjen yang dibasahkan. Reaksi kimia ini menciptakan berbagai komponen
yang berpengaruh pada cita rasa kopi.
Dalam proses roasting, biji kopi
akan menghasilkan “intisari biji kopi” yang berasal dari reaksi kimia
yang terjadi. Intisari biji kopi itu berupa minyak kopi. Kemudian,
minyak kopi menjadi coffeeol.Coffeeol merupakan sejenis minyak yang mengambang, namun juga bersifat dapat larut dalam air. Dengan mengatur prosedur roasting, seseorang dapat mengatur sedikit atau banyaknya minyak kopi yang akan dihasilkan untuk setiap kali proses roasting. Sebagai
tambahan, proses kimia membuat biji kopi menjadi getas. Bila biji kopi
ini rapuh, biji akan lebih mudah untuk digiling.
Berikut perubahan warna menurut derajat roasting dan nama-nama yang diberikan:
- Awal perubahan warna: Straw
- Coklat terang: Cinnamon, New England, atau Light
- Coklat medium dengan permukaan kering: American, Brown, or Medium
- Coklat gelap: High, Light French, Viennese, City, Dark
- Coklat gelap dengan permukaan berminyak: Dark, Italian, European, French, Continental Spanish, After-dinner, Full-city, Strong
- Sangat gelap: Dark French, Neapolitan, atau Heavy
- Hitam dan tampak kering: Charcoal
1. PreRoast Blend yaitu biji kopi di blending(dicampur) terlebih dahulu lalu di Roasting, gunanya untuk menciptakan rasa yang diinginkan, contohnya Nutty. Umumnya berasal dari satu negara.
2. PostRoast Blend Yaitu biji kopi di Roasting terlebih dahulu (masing-masing) lalu baru di blending atau dicampurkan hal ini dilakuan karena one single origin tidak cukup membuat rasanya keluar makanya di blendlah atau dicampur dari negara lain.
-yup kelar juga akhirnya yah, ^_^
bye, see you in my next information...
*love you, yudistira
Langganan:
Postingan (Atom)
